kamu, aku, dan masalah.
yah intinya sih, kita kita ini gak bisa lepas dari orang lain disekeliling kita.manusia memang terlahir sebagai makhluk sosial. gak heran, banyak manusia yang merelakan segalanya untuk orang disekitarnya. sosiologi, adalah salah satu ilmu yang mempelajari kehidupan seseorang dengan orang disekitarnya, mulai dari kontak sosial, interaksi sosial, dan materi lain yang berobjek manusia.
bayangin aja kalo manusia makhluk individualis, mungkin gak bakalan ada yang mau kerja, semuanya kerjain aja sendiri. hahaha just kiding.
guys... kalian pasti tau tentang hubungan antar manusia.
mulai dari hubungan temen, sahabat, keluarga, suami atau istri, orang tua, anak, dsb.
kita ngomongin temen dan sahabat aja nih...
dari sebuah hubungan pertemanan itu, macem macem juga jenis dan intensitasnya.
ada yang intensitasnya biasa aja, ada juga yang intensitasnya erat.
hubungan pertemanan yang intensitasnya erat inilah yang biasa kita sebut sahabat.
kalo kita buka kamus besar bahasa indonesia,
teman itu sebuah hubungan antar dua individu yang saling timbal balik keduanya.
ya contohnya temen sekelas kamu atau temen chat kamu lah ya.
nah, kalo sahabat itu, mereka yang selalu ada dan berhubungan sama kamu dan tak akan pernah putus. jadi... dari mulai ketemu, main bareng, chat bareng, saling curhat, dan itu terus dan gak putus.
so. bisa dibilang temen itu stadium awalnya sahabat.
tapi gak semua temen itu bisa jadi sahabat lho! banyak faktor yang mempengaruhi ini.
sesuai dengan intensitas kamu interaksi sama dia, komunikasi kalian berdua, jalan fikiran kalian, dan tentunya tergantung juga sama klop nggaknya kamu sama dia.
yang pasti sih, sahabat itu bakal lebih terbuka sama kamu karna intensitas interaksinya lebih tinggi dan otomatis dia lebih bakal kenal diri kamu.
waktu ngejalanin hubungan pertemanan atau sahabatan pasti bakal ada naik turunnya.
mungkin kamu gak sependapat sama dia atau Miskomunikasi, sebenernya biasa aja sih gimana kamu dan sahabat kamu itu nganggap masalah ini. terkadang kita merasa opini kita yang bener, kadang kita merasa opini kita yang terbaik, dan kadang justru dia nganggap opini dia-lah yang paling bener. tapi tunggu, kalo diliat liat bukannya dua duanya baru sebatas OPINI masing masing? hahaha...
sebenernya sih ini biasa.
setiap orang pasti punya fikiran dan jalan fikirannya masing masing.
contohnya ketika kamu ada disebuah ruang sidang, kan ada yang bela tersangka dan ada yang bela pelapor, dan mereka sama sama akan membela kliennya dengan jalan fikirannya mereka masing masing. atau kalo kamu nemu sebuah berita, pasti akan ada yang PRO/KONTRA.
jalan keluar terbaik ketika kita ketemu masalah beda pendapat gini. menurut gua sih...
- kita harus mikirin baik baik dua opini ini dulu.
- bukan nyari siapa yang salah.
- pasti ada yang paling terbaik dari keduanya.
- berusaha mengalah kalau opini orang lain lebih baik.
- sabar, dan belajar menerima.
kalo kita dihadapin 2 pilihan.
kita harus berfikir dulu tentang dua pilihan itu, apakah itu baik? apa itu bagus untuk kedepannya? dan dalam pilihan itu bukan nyari siapa pemenangnya, atau bersaing untuk menang, tapi nyari jalan yang paling terbaik untuk kedua belah pihak tentunya. dan ketika kamu menyadari bahwa memang opini yang lain yang terbaik, kamu harus bisa terima semuanya, sabar dan ngejalanin pilihan itu. dan perlu diingat bahwa, setiap pilihan punya konsekuensinya masing masing.
menurut gua sih, justru dengan adanya masalah masalah ini, kita bisa lebih kuat ngehadepin masalah didepan nanti, dan kita bisa lebih bijak nyelesaiin sebuah maslah itu. kalo hidup kita gak ada masalah rasanya pasti gak enak dan aneh gitu ya kan? tiap ketemu selalu bahagia, selalu senyum, ibarat mesin EKG itu panahnya selalu datar aja, gak ada sedih, marah, haru. hahaha...
tapi yang perlu diingat, sebuah masalah itu bukanlah sebuah hal yang harus dipendam, disimpan, atau di koleksi. setiap masalah itu harus dan segera diselesaikan. karna setiap masalah yang dipendam dan tidak tersalurkan itu bakal jadi sebuah beban didiri kamu sendiri. yang kalo dibiarkan, lama kelamaan beban itu bakal menjadi sebuah masalah, bahkan bisa jadi sebuah penyakit.
pernah denger yang namanya "Penyakit Psikosomatis" ?
penyakit ini adalah dampak dari memendam masalah.
otak kita itu ibarat gelas yang diisi air, ketika emosi diibaratkan seperti air mendidih, dan gelas kita udah penuh, tapi masih kita isi dengan masalah masalah lain, pasti ada satu saat ketika gelas itu pecah.
penyakit ini bisa berbentuk Stress, depresi, keinginan untuk mengakhiri hidup tapi gak cuma masalah psikologinya aja, penyakit ini juga bisa berbentuk sakit kepala hebat, mual, gangguan keseimbangan, penyakit saraf, tulang belakang, keram otot, pencernaan, dll.
contohnya, pasti kalian pernah denger cerita orang orang tentang orang yang stroke karna masalah rumah tangga, atau orang yang fertigo gara gara banyak pikiran, atau yang suka sakit perut kalo mau tampil didepan orang banyak, nah itu contoh contoh masalah penyakit psikosomatis.
beda sama penyakit biasa, penyakit ini punya penanganan yang khusus.
kalo dokter ketemu pasien psikosomatis, biasanya pasien itu dikonsulkan ke SP.Kj.
sp.kj itu adalah dokter spesialis kejiwaan atau Psikiater. mereka bakal ngeliat sejauh mana masalah kejiwaan kamu dan jalan terbaik nyelesaiinnya.
yang gua tau sih, biasanya mereka bakal ngasih kamu terapi kalo misalnya masalah kamu dipandang ringan dan mudah. terapi itu bisa hipnotis, relaksasi, meditasi, di level selanjutnya biasanya mereka bakal bantu kamu membentuk fikiran baru, membangun jalan hdup baru, kalo maslah kalian dianggap level yang tinggi atau tergolong masalah berat, biasanya mereka bakal ngasih kamu obat obatan anti depresan dan obat obatan lainnya.
hahaha..
mulai dari pertemanan sampe ke psikosomatis..
sebenernya sih, maslah itu emang harus dihadapin, gak bisa untuk lepas dari semua masalah.
ketika selesai satu, muncul yang lain, biasa sih.
hadapin aja, emosi boleh, karna emosi itu salah satu cara tubuh ngelepas beban.
jangan di pendem, karna bakal jelek efeknya ketubuh kamu.
dan selalu berfikir positif, relaxasi setelah emosi, lepas beban di diri kamu.
percaya! bahwa tuhan memberikan maslah sama kamu nggak lewat dari batas dan kemampuan kamu.
![]() |
| PSIKOSOMATIS EFECT FOR YOUR BODY presentation by Dr.Suryani,Sp.Rad |
selalu bahagia, semangat jalani kehidupan!
tuhan ada untukmu!
barakallah! :)
@SDA354
